Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

mengenal sejarah makna dan filosofi dibalik Sajadah

Gambar
contoh sajadah Bagi pemeluk agama Islam, tentu sudah tak asing lagi dengan sajadah, ya sajadah merupakan salah satu perlengkapan untuk beribadah selain pakaian ( mukena, sarung kopyah dan sabagainya ). Sajadah hanya dipakai untuk pelengkap saja, artinya tidak wajib digunakan saat sholat. dengan kata lain sholat tetap sah meskipun tidak menggunakan sajadah asalkan lantai / tempat untuk sholat terhindar dari najis. Kali ini wartaJowo akan membahas Sajadah mulai dari sejarah hingga makna dalam kehidupan. yuk langsung saja simak. Sejarah Singkat Sajadah Nama Sajadah diambil dari sebuah kata yang berasal dari kata Bahasa Arab yaitu sajada yang mempunyai arti sebagai ‘masjid’ dan ‘sujud’. karena penggunaan nya dimasjid dan digunakan untuk shalat maka penamaan nya kemudian disebut sajadah. sajadah termasuk dalam jenis karpet yang awalnya diproduksi di daerah Asia Tengah dan Asia Barat. Karena pada jaman dahulu lantai masih menggunakan tanah dan batu bata , maka untuk alas sh...

Sejarah teko blirik ( ceret blirik ) dan 6 Fakta menarik tentang teko blirik

Gambar
Pernah melihat teko/ceret blirik ? teko atau tempat air minum yang populer di tahun 1960 an tersebut kini memang sudah jarang terlihat. bahkan kini sudah dianggap sebagai barang antik. tak heran jika banyak cafe yang mengusung tema klasik memajang teko tersebut. kali ini wartajowo akan membahas tentang teko blirik atau orang Jawa biasa menyebutnya ceret blirik. Sejarah teko blirik Teko blirik diperkirakan sudah ada sekitar Tahun 1830 ( masa penjajahan ). penggunaan teko blirik pada awalnya mulai digunakan di Indonesia setelah perang Diponegoro yang terjadi pada tahun 1830. teko yang memiliki ciri khas lurik lurik ( blirik berwana hijau putih ) pada saat itu banyak digunakan oleh kalangan perkebunan utamanya kalangan buruh. Sejarah mencatat bahwa Agen teko blirik di Indinesia pertama kali adalah seorang pedagang  Berkebangsaan belanda kelahiran Belgia bernama Jan Mooijen. ia membuka agen penjuakan teko blirik pada tahun 1845 ketika Bekanda masih menjajah Indinesia.  3...

Kendi Jawa, makna dan filosofi dalam kehidupan

Gambar
contoh kendi jawa Pada tahun 90 an penggunaan kendi sebagai tempat air minun ( ceret atau teko ) memang masih begitu familiar di masyarakat yang tinggal dipedesaan. seiring berjalannya waktu, keberadaan kendi mulai tergusur dan lambat laun digantikan dengan ceret berbahan plastik, stainles stell . dan sekarang, sangat sulit menemukan kendi yang tersaji di rumah rumah. Sejarah singkat Secara Etimologi,  Kata kendi berasal dari bahasa Sansekerta ( Hindi ) yaitu kundika yang mempunyai arti ‘wadah air minum’. dari berbagai sumber yang didapat, wartajowo mencoba merangkum bahwa kendi sudah ada sejak zaman prasejarah, namun penggunaannya sebagai tempat air minum baru dikenal khususnya di wilayah Jawa pada abad ke 9. hal tersebut bisa dilihat pada relief candi borobudur yang dibangun sekitar tahun 800 M di teras Kamadhatu yang memperlihatkan bentuk dari sebuah kendi. Fungsi Terbuat dari tanah liat yang kemudian dibakar, kendi berfungsi sebagai wadah/tempat penyimpanan...

Makna kembar mayang dalam mantenan tradisi Jawa

Gambar
contoh Kembar mayang Dalam adat pernikahan Jawa, ada beberapa hal yang menjadi perlengkapan yang tidak boleh ditinggalkan, salah satunya adalah kembar mayang, kali ini wartajowo akan membahas makna Kembar Mayang yang selalu kita lihat dalam setiap pernikahan adat jawa. Nama Kembar mayang berasal dari dua kata, yaitu kembar dan mayang, kembar dalam bahasa Indonesia berarti sama atau mirip, sesangkan mayang berarti Kembang atau bunga. Makna Kembar Kembar yang berarti sama / podo, sedangkan mayang berarti kembang ( bunga ). dalam bahasa Jawa kembar mewujudkan pengharapan akan podo karepe, podo pikire, podo katresnane, lan podo sekabehane, artinya mengharapkan kedua mempelai memiliki kesamaan tujuan, kesamaan pemikiran, sama sama cinta, dan sama sama dalam semua hal.  Makna Mayang mewujudkan simbol dari mempelai puteri yang diibaratakan sebagai kembang, seperti yang kita ketahui, bahwa bunga memberikan bau harum, wangi,dan juga sedap layaknya sebuah bunga. Makna pada h...

Lebih dari sekedar hobby, ngopi penuh makna dan filosofi mendalam tentang hidup.

Gambar
image ig @Rapparoys Wedang kopi merupakan minuman yang memiliki campuran rasa pahit, dan manis. dengan takaran yang pas maka dari rasa  pahit dan manis tersebut terciptalah sebuan rasa yang enak. di Jawa khusunya, wedang kopi biasanya disajikan pada cangkir kecil dan juga lepek ( tatakan ). Namun tahukah kalian apa makna yang terkandung pada "ngopi" dalam filosofi jawa ? yuk simak ulasan singkat Wartajowo berikut ini. Sejarah kopi di Indonesia Bahasa Indonesia memang banyak berasal dari serapan bahasa Arab, salah satunya adalah kopi, dimana kopi sendiri muasalnya dari bahasa Arab "Qahwah",  yang memiliki arti kekuatan. Kemudian mengalami perubahan dalam bahasa Turki "kahveh". Dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda, masuknya Kopi di Indonesia tak lepas dari masa penjajahan Belanda, oleh karena nya kata "Koffie" kemudian disebut kopi oleh masyarakat Indonesia. Setelah Belanda meninggalkan Indonesia, tanaman kopi...

Filosofi Jawa, Makna pacul ( Cangkul ) dalam kehidupan manusia.

Gambar
Indonesia dikenal dengan negara Agraris, artinya negara Indonesia memiliki penduduk yang mayoritas bermata pencaharaian sebagai petani. khususnya dipulau jawa, terbentang luas hamparan sawah yang menjadi tanda bahwa di Jawa sebagian besar penduduknya adalah petani. Hidup di masyarakat yang mayoritas bermata pencaharian petani, tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya cangkul. dalam filosofi jawa, cangkul tidak hanya sekedar alat untuk mencangkul tanah, tapi lebih dari itu, cangkul memiliki makna dan filosofi yang sarat akan makna. sebagaimana kita ketahui bersama bahwa orang Jawa memang terkenal memiliki filosofi tinggi karena tak jarang para sesepuh  menyelipkan sebuah makna tentang kehidupan utamanya pada sebutan barang barang tertentu maupun dalam istilah jawa secara langsung. dan kali ini wartajowo kembali membahas tentang filosofi jawa "pacul" atau cangkul. Nama Pacul Cangkul di jawatimuran khususnya, disebut juga dengan pacul. pacul sendiri dalam bahas...

Makna Sop manten / sop pernikahan dalam falsafah jawa.

Gambar
sop manten / sop pernikahan jawa Makna sop manten dalam falsafah jawa Mantenan ( pernikahan ) adalah peristiwa sakral dimana kedua insan manusia diikat dalam ikatan suci perkawiman. dalam perayaan mantenan, setiap daerah memamg mempunyai tradisi berbeda beda, mulai dari pakaian, tata cara, rangkaian acara hingga hidangan termasuk di Jawa yang kental dengan budaya budaya leluhur. kali ini wartajowo akan membahas makna hidangan sop dalam mantenan dalam falsafah jawa. Di jaman sekarang mungkin di sebagian tempat sudah mulai menggantikan hidangan sop mantenan dengan hidangan lain nya yang lebih bervariasi. namun tahukah anda jika sop manten yang sudah ada sejak jaman nenek moyang kita ternyata mengandung filosofi dalam hidup ? 1. Menghargai Perbedaan hidangan yang disajikan setelah snack dan sebelum nasi ini melambangkan perbedaan yang ada diantara manusia khususnya bagi kedua mempelai, dimana kedua mempelai mempunyai latar belakang dan keluarga yang berbeda. seperti halnya da...

filosofi kehidupan, makna ketupat / kupat dalam tradisi lebaran.

Gambar
Sejak jaman dahulu, PulauJawa dikenal dengan keberagaman kulinernya, setiap daerah punya ciri khas kuliner, misalkan madiun denhan brem dan pecelnya, lamongan dengan soto nya, madura dan ponorogo dengan sate nya, jogja dengan gudegnya, dan masih banyak sekali makanan khas jawa yang masih eksis sampai sekarang. melalui makanan tradisional tersebut, ternyata para leluhur memberikan pelajaran mendalam tentang kehidupan. kali ini wartajowo akan membahas salah satu makanan khas jawa, "kupat" yang menjadi makanan wajib disaat lebaran datang. Sejarah . Tradisi kupatan yang selalu dihidangkan saat lebaran tak lepas dari peran para wali  songo dalam menyebarkan Islam di tanah Jawa utamanya Sunan Kalijogo pada abad ke 15. melalui pendekatan tradisi dan budaya Jawa tersebutlah Sunan Kalijogo menjadikan Kupat sebagai media dakwah. karena pada saat itu budaya tradisional sekaligus filosofi Jawa masih berbaur dengan nilai nilai  Religius ( Agama sebelumnya ) oleh karenanya tradisi ...

jadah ketan, makanan khas Indinesia yang sarat akan makna hidup.

Gambar
jadah ketan putih Budaya Jawa memang dikenal kaya akan jenis kulinernya, pada setiap kuliner dipercaya terkandung pesan luhur dari para leluhur. kali ini wartajowo akan membahas salah sayu makanan tradisional Jawa, yaitu Ketan. salah satu makanan yang terbuat dari ketan adalah Jadah atau biasa disebut tetel. merupakan makanan tradisional Jawa yang berbahan dasar beras ketan putih dan santan lalu di kukus setelah matang kemudian di tetel atau di uleni  ( ditumbuk) hingga halus halus. bukan hanya sekedar makanan saja, jika kita bertanya kepada orang tua / mbah mbah , pasti mereka tau bahwa  ketan memiliki makna atau filosofi sebuah pelajaran dalam hidup. 1. persatuan Bahan dasar jadah adalah beras ketan, pilihan beras ketan sebagai bahan dasar pada jadah ternyata tak sembarangan. Beras ketan memiliki perbedaan dengan varietas beras beras yang lainnya, bentuknya lebih besar dan warnanya lebih putih ( tetapi juga ada ketan hitam maupun ketan merah ) dan ketika sudah ...

Makna dan filosofi tumpeng dalam kehidupan

Gambar
Muzam catering, ig @Shiroyroys Indonesia adalah negara yang kaya akan kulinernya, mulai dari sabang sampai merauke terdapat beraneka macam kuliner, setiap wilayah mempunyai kulinernya sendiri sendiri. salah satunya adalah jawa, dijawa dikenal adanya tumpeng, yaitu makanan nasi yang berbentuk kerucut dan dilengkapi dengan aneka lauk. tidak hanya sekedar makanan biasa yang bisa ditemui atau disajikan untuk  keperluan sehari-hari. Tumpeng memiliki nilai dan latar belakang yang menarik untuk dibahas. dan kali ini warta jowo akan membahas makna tumpeng dalam kehidupan. Tersaji dalam tampah lengkap dengan lauk pauknya, Tumpeng lazimnya menjadi hidangan dalam upacara upacara tradisional, seperti hajatan, genduri, syukuran dan sebagainya. lalu apa makna tumpeng dalam kehidupan ? Sejarah Sejarah mencatat bahwa lebih dari 7 abad yang lalu Nasi tumpeng  dibuat  untuk memuliakan gunung  sebagai tempat bersemayam para arwah leluhur (nenek moyang). sebab nasi tumpeng ...

Filosofi kehidupan, inilah 5 pelajaran hidup dari Tandur ( menanam padi )

Gambar
image instagram  @Rapparoys Membahas tradisi dan budaya jawa memang seolah tak ada habisnya. dari semua aspek kehidupan, selalu saja ada hal yang menarik untuk dibahas. dan kali ini wartajowo akan membahas tentang makna "Tandur" padi.   Mungkin  dijaman sekarang banyak dari generasi muda khusunya utamanya yang tinggak di daerah perkotaan, tidak tahu apa itu tandur. tandur adalah singkatan dari Tata Mundur,  dalam bahasa bahasa jawa, istilah tandur adalah sebutan untuk bercocok tanam tanaman dari jenis selain biji bijian. untuk biji bijian disebut "ulur". adapun cara menanamnya dengan cara  menancapkan benih tanaman ke tanah. Tandur padi merupakan sebuah metode menanam padi yang diajarkan pada masa penjajahan Jepang. lalu apa makna tandur yang bisa kita renungkan ?  Pertama : Mundur untuk maju.  pepatah maju pantang mundur nampaknya tidak pas jika di gunakan pada kegiatan tandur, seperti yang kita ketahui bersama, bahwa cara be...

Makna dan filosofi Ngarit ( Mencari rumput ) dalam kehidupan.

Gambar
"Kata adalah senjata", itulah nampaknya kata yang pas untuk menggambarkan kekuatan dari kata. Dalam bahasa jawa, setiap kata  bisa jadi mempunyai makna ajaran luhur ( Adi Luhung ) yang berisikan pedoman dan tuntunan dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Ngelmu otak atik pas ( Ghotak Ghatuk mathuk ) misalkan pada kata kata ketupat, guru, garwo atau matek,  orang jawa memaknai  Ketupat (Kupat ) sebagai bentuk dari pelajaran hidup Ngaku lepat, artinya mengaku salah,  Guru yang berarti sebagai sosok yang harus bisa di gugu lan di tiru ( Dipatuhi dan di contoh / sebagai panutan), Garwo ( Pasangan suami istri ) berarti sigarane Nyowo ( Belahan jiwa ) atau Matek ( bahasa ngoko dari meninggal ) yang berarti Nikmate wes entek dan masih banyak lagi kata kata dalam bahasa Jawa yang diajarkan memiliki ajaran tentang kehidupan di balik makna nya. Diantaranya sekian banyak kata kata tersebut, kali ini Wartajowo akan membahas kata "Ngarit",  apa itu Ngarit ? ngari...

Pitutur Sunan Kalijaga, Ojo Nggumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman

Gambar
Periode perkembangan Islam dinusantara tak lepas dari peran para waki songo, para wali wali tersebut berhasil membawa islam ditengah masyarakat yang masih memegang teguh tradisi nenek moyang nya. Salah satu wali yang paling dikenal adalah Sunan Kalijaga. Ciri khas dari penyebaran Sunan Kalijaga adalah dengan media seni dan tradisi umpamanya wayang kulit. Selain wayang kulit, pitutur atau nasehat dari Sunan Kalijaga masih dikenal hingga sekarang, salah pitutur ( nasehat )  dari Sunan Kalijogo adalah "Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman" filosofi jawa tersebut memiliki makna yang sangat dalam khususnya dalam kehidupan. dimana Sunan Kalijaga mengajarkan kepada kita bahwa manusia janganlah mudah Kagum, mudah Kecewa, mudah kagetan, dan bersikap manja. Pertama, Aja gumunan ( Ojo nggumunan yang berarti jangan mudah kangum ). Nggumun ( Kagum ) memang sudah kodratnya manusia. namun jika kita mudah nggumun terhadap sesuatu justru akan berdampak tidak baik.  m...

Makna dari paribahasa bibit bebet bobot dalam memilih mantu.

Gambar
Pasti diantara kalian pernah mendegar paribahasa jawa " bibit, bebet, bobot". paribahasa atau filosofi jawa tersebut memang sangat familiar utamanya perihal jodoh atau perkawinan. Memang dalam perjalanan hidup manusia, ada lima perkara yang kita tidak bisa tau  kepastiannya. kelima hal tersebut adalah kematian, nasib, anugerah, rejeki dan jodoh. mungkin karena itulah jaman dulu perjodohan sangat wajar terjadi. Jaman dulu, perjodohan banyak terjadi dalam masyarakat jawa bahkan para orang tua sangat selektif dalam memilihkan jodoh untuk anaknya, itulah mungkin yang menjadi sebab kenapa pernikahan jaman dulu sangat jarang terjadi perceraian. Tidak seperti sekarang, dalam urusan jodoh " wong tuo manut anak" artinya orang tua ikut pilihan anak. karena memang orang tua tak bisa melarang atau menyuruh anaknya dalam urusan jodoh. namun bukan berarti budaya perjodohan benar benar telah hilang meskipun hanya segelintir masyarakat yang masih melakukan perjodohan. umu...

Makna filosofi jawa, Sepi ing pamrih, rame ing gawe, Profesional dalam bekerja tanpa mengharap pamrih.

Gambar
Jika kalian pernah jalan jalan ke Jawa, mungkin akan menemukan filosofi jawa yang berbunyi " Sepi ing pamrih, rame ing gawe" di gapura masuk Desa atau di depan Balai Desa atau di tempat lain nya. Budaya jawa memang sangat kaya akan nilai nilai kehidupan, orang jawa terkenal dengan sopan santun, ramah tamah, jujur, ngalah , legowo, dan lain sebagainya. semua itu karena sejak kecil dididik dengan ajaran ajaran yang baik. maka tak heran jika para leluhur banyak yang memberikan nasehat "Sepi ing pamrih, rame ing gawe". Oleh karena nya, sebagai generasi penerus, kita harus terus nguri-nguri ( merawat dan menjaga warisan leluhur ) termasuk filosofi dari para leluhur. salah satunya adalah  sepi ing pamrih, rame ing gawe, apa sih makna dari falsafah tersebut ? Filosofi Jawa yang singkat namun sarat makna tersebut juga memiliki arti yang mendalam. Sepi berarti sepi, ing pamrih berarti dalam pamrih. sedangkan rame ing gawe berarti ramai dalam pekerjaan. artin...

Arti filosofi Ing Ngarsa Sun Tuldha, Ing Madya Mbanhun Karsa, Tut Wuri Handayani dari ki Hajar Dewantara

Gambar
Pasti diantara kita semua sudah tak asing lagi dengan filosofi yang satu ini, Apalagi bagi yang dulu bersekolah di SD Negeri, ya, tulisan ini Biasanya terdapat pada Topi SD atau SMP.  filosofi jawa tersebut merupakan warisan dari Kihajar Dewantara yang kemudian dipakai untuk menjadi Semboyan Depdiknas Indonesia. lalu apa makna dari semboyan tersebut ? yuk simak rangkuman warta jowo berikut. Terdiri dari tiga kalimat, diantara nya antara lain: kalimat pertama, Ing Ngarso Sung Tulodo secara konsonan mempunyai arti  Ing  Dalam bahasa Indonesia berarti Di ( menunjukkan tempat ), ngarso berarti depan atau muka ( ing ngarso = di depan / dimuka ) sedangkan Sun berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tuladha berarti tauladan atau contoh. Jadi dari arti diatas, bisa kita menyimpulkan bahwa makna dari kalimat pertama Ing Ngarso Sung Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin/pendidik harus mampu memberikan suri tauladan atau contoh yang baik. Sedangkan kalimat kedua, ...

makna pepatah jawa, Becik kethitik ala ketara.

Gambar
Dalam kearifan lokal, kita mengenal ungkapan atau  filosofi jawa yang yang hingga kini masih sering kita dengarkan dan kita baca dalam sebuah buku, atau dimanapun memang memiliki makna yang mendalam. maka tak heran jika filosofi tersebut masih bertahan hingga sekarang. filosofi jawa yang populer tersebut adalah "becik ketitik olo ketara" Makna Becik ketitik, Ala ketara Sebuah filosofi jawa yang hemat kata namun sarat akan makna. Becik dalam bahasa Indonesia berarti baik atau kebaikan , sedangkan kethitik berarti  terungkap, sedangka  ala berarti keburukan, dan ketara berarti terlihat atau nampak. jadi becik kethitik ala ketara mempunyai arti kebaikan pasti akan terungkap, dan keburukan atau kejahatan pasti akan terlihat atau nampak pada waktunya. Dijaman sekarang, seolah olah apapun akan dilakukan untuk mencapai yang diinginkan, korupsi , penipuan, hasut menghasut, masih marak terjadi.Kian rusaknya moral manusia tentu menjadi penyebab terjadinya berbagai tindakan...

Arti dan Makna filosofi jawa Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti

Gambar
Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti merupakan salah satu filosofi jawa yang memiliki makna yang sangat dalam yaitu berkaitan dengan menjaga emosi dan bersikap sabar. Mungkin dijaman sekarang, anak anak kecil atau bahkan orang dewasa jika ditanya tentang falsafah tersebut sudah tidak tau artinya apa. oleh karena itu, wartajowo kali ini akan membahas makna filosofi jawa Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti , agar budaya dan warisan leluhur tidak hilang begitu saja. Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti sendiri merupakan salah satu bagian dari bait Pupuh Kinanthi" dalam "Serat Witaradya" buah karya R Ngabehi Ranggawarsita (1802-1873) pujangga besar Kasunanan Surakarta yang mengisahkan R Citrasoma, putra dari  Prabu Aji Pamasa di negara Witaradya yang berbunyi : Jagra angkara winangun Sudira marjayeng westhi Puwara kasub kawasa Sastraning jro Wedha muni Sura dira jayaningrat Lebur dening pangastuti Sura Dira Jayaningrat, Le...

Arti falsafah jawa molimo, ajaran Sunan Ampel yang masih dikenal hingga sekarang

Gambar
Falsafah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) adalah gagasan, anggaoan, sikap batin yang paling dasar yang dimiliki oleh orang atau oleh masyarakat, falsafah juga bisa diartikan sebagai pandangan hidup. dalam keberagaman suku dan budaya, masyarakat Indinesia mempunyai banyak falsafah, salah satunya adalah falsafah Jawa yang berisi gagasan dan ajaran yang adiluhung. Salah satu falsafah jawa yang terkenal adalah molimo atau lima ajaran. dalam sejarah jawa, asal muasal molimo adalah molimo awalnya merupakan sebuah ajaran atau mahzab yang dilakukan oleh para pemeluk agama budha Shiwa yang dilakukan untuk mencapai kebahagiaan hidul.  molimo yang dianut agama budha pada waktu itu adalah mamsa ( yang berarti daging), matsa ( yang berati ikan), madya (yang berarti arak) maiathuna (yang berarti perempuan atau seks) dan  mudras (atau topo broto / semedi ). karena ajaran tersebut membuat tananan masyarakat kian kacau, maka kemudian pada masa walisongo, yaitu pada masa penye...

7 Mitos unik yang ada dalam kehidupan masyarakat jawa.

Gambar
Mitos merupakan suatu cerita atau legenda turun temurun dari para leluhur dan sulit untuk dibuktikan kebenarannya bahkan terkadang terdengar tidak masuk akal. meskipun begitu sebagian masyarakat masih memegang teguh mitos mitos yang ada. Indinesia yang terdiri dari banyak pulau dan wilayah wilayah yang berlatar belanag   suku, budaya maupun tradisi yang berbeda memiliki mitos nya masing masing, salah satunya pulau jawa. Budaya Jawa memang  kaya masih kental dengan mitos mitos yang masih ada hingga sekarang. berikut beberapa mitos yang ada dalam kehidupan masyarakat utamanya masyarakat jawa. 1. Gerhana Orang tua jaman dulu selalu mengatakan bahwa saat terjadi Gerhana baik gerhana matahari maupun gerhana bulan, merupakan sebuah pertanda buruk. Gerhana matahari bukanlah fenomena alam, melainkan saat itu matahari sedang dimakan oleh raksasa ( batara kala / red : betoro kolo ) oleh karena itu, agar matahari tidak ditelan raksasa dan hilang untuk selama-lamanya maka ...