Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Makna filosofi Sunan Kalijaga, Aja ketungkul marang kalungguhan, kadonyan lan kemareman

Gambar
Pulau Jawa merupakan salah satu pulau yang menjadi pusat penyebaran agama Islam pada masa walisongo. dinamakan wali songo karena jumlah nya ada sembilan. salah satu wali yang paling terkenal di Jawa adalah Sunan Kalijaga. Dalam penyebaran agama Islam, beliau menggabungkan seni, budaya dan tradisi dan agama sehingga Islam pada saat itu mudah diterima oleh masyarakat. Hingga kini warisan budaya, seni dan sebagainya utamanya yang bernuansa Islam tetap dikenang oleh semua kalangan. Salah satunya adalah filosofi Jawa yang berbunyi "Aja ketungkul marang kalungguhan, kadonyan lan kemareman" dalam bahasa Indonesia, pitutur tersebut berarti Janganlah terlalu terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan, dan kepuasan duniawi. Terlalu terobsesi , sifat ini akan menjadikan seseorang ambisius, berambisi boleh namun jika terlalu maka terkadang malah menghalalkan segala cara, entah itu benar atau salah yang terpenting keinginannya terpenuhi, d...

Nama waktu dalam Jawa ( Aran wektu )

Gambar
Penamaan waktu dalam Jawa Seperti yang kita ketahui, dalam sehari ada pembagian waktu mulai dari pagi siang, sore sampai malam. dalam adat Jawa pun penamaan waktu juga diperhitungkan secara rinci.adapun beberapa nama-nama untuk waktu antara lain sebagai berikut : 1. Waktu pagi hari Pukul 06.00  disebut dengan nama byar, biasanya disebut juga dengan "byar padhang" Pukul 09.00 disebut dengan gumatel Pukul 10.00  disebut dengan pecad sawed, wisan gawe 2. Waktu siang hari Pukul 11.30 disebut dengan tengange Pukul 12.00  disebut dengan bedhug dhuhur Pukul 12.30  disebut dengan lingsir kulon 4. waktu sore hari Pukul 15.00 disebut dengan ngasar, dimana waktu ini menandakan telah masuk waktu Ashar  5. Waktu senja Pukul 17.00 disebut dengan tunggang gunung Pukul 17.30 disebut dengab tibra layu Pukuk 18.00 disebut dengan maghrib surup Pukul 18.30 disebut dengan bakda maghrib ( habis Magrib ) 6. Waktu malam hari Pukul 19.00 disebut juga dengan ngisak ...

Kumpulan Pantun bahasa Jawa (Parikan) beserta Artinya

Gambar
12 pantun bahasa Jawa Pantun dalam bahasa Jawa disebut dengan parikan. biasanya parikan dipakai oleh para MC, pembawa acara, atau juga para pelawak. seiring berkembangnya jaman, kini pantun dalam bahasa Jawa sudah sangat jarang kita dengarkan. maka dari itu untuk nguri-nguri kabudayan Jawa, kali ini wartajowo akan membahas contoh-contoh parikan dalam bahasa Jawa beserta artinya. 1. Sepet sepet Sawone entah = Diempet empet, selak ra betah. Sepet merupakan salah satu jenis rasa dari buah sawo yang masih mentah. sedangkan diempet empet silah ra betah artinya di tahan tahan tidak betah ( tahan ) 2. wedang bubuk, gula jawa = Yen kepethuk, ati lega Wedang merupakan salah satu minuman panas seperti kopi, teh, atau wedang jahe.  yen  kepethuk  ati lega artinya kalau ketemu hati pun menjadi lega. 3. Wajik klethik, gula abang = Aja suthik, yen tumandhang. Wajik klethik merupakan salah satu jenis makanan seperti jadah atau jenang, gula abang artinya gula merah, sedangkan a...

10 Paribahasa Jawa beserta makna nya

Gambar
Pepatah dalam bahasa Jawa disebut dengan paribasan, saloka, dan juga  bebasan. tentunya orang tua jaman dahulu menggunakan paribahasa atau paribasan sebagai pitutur, nasehat dan juga sindiran kepada generasi setelahnya agar bisa digunakan  sebagai pelajaran hidup. 1. Cecak nguntal cagak Dalam bahasa Indonesia artinya cicak memakan tiang, seperti yang kita ketahui bahwa hewan cicak adalag hewan yang memiliki ukuran jauh lebih kecil dibanding tiang rumah, oleh karenanya mustahil bagi cicak memakan tiang tersebut. dalam kehidupan sehari hari paribahasa ini digunakan untuk melambangkan keinginan yang tidak sesuai dengan kekuatan. 2. Milih-milih tebu oleh boleng Artinya adalah Di pilih-pilih malah dapatnya tebu yang tidak baik. dalam kehidupan paribasan ini bisa dimaknai ketika kita terlalu banyak pertumbangan dan hanya mencari yang paling sempurna, terkadang kita akan mendapatkan yang buruk. karena tidak ada yang benar benar sempurna di dunia ini. 3. Kawula mung sadermo, ...